Gagal Eksekusi Penalti Berujung Pemecatan

Adu penalti memang selalu menjadi momen yang menegangkan baik bagi para pemain juga para suporter. Seakan adanya gol pada penalti akan menjadi penentu kemenangan setelah sekian menit bertanding di lapangan hijau. Namun nasib yang kurang enak dihadapi oleh Brendix Paraa karena kegagalannya saat menendang di saat penalti untuk timnya, Panenka.

Hal ini tentunya juga menimbulkan banyak reaksi dan menjadi kegagalan yang berujung pahit. Eksekusi yang gagal saat penalti memang sangat mungkin untuk terjadi, karena berbagai faktor begitu juga dengan keberuntungan. Mungkin kali ini memang bukan waktu yang menguntungkan untuk Parra untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain di timnya, namun memang sudah cukup sulit.

Ada banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pihak manajemen, hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil pemecatan pemain. Mungkin terkesan sebagai sesuatu yang jahat untuk dilakukan tetapi kebijakan yang diambil tentunya bukan tanpa pertimbangan. Kelangsung tim juga perlu untuk menjadi perhatian, sehingga keputusan yang berat ini harus diambil pada akhirnya karena berbagai hal yang perlu untuk dilindungi.

Kegagalan memang bisa saja menghampiri siapa saja termasuk di dunia olahraga seperti sepak bola ini. Semua orang punya strategi dan caranya masing-masing untuk bisa mengalahkan musuh. Tetapi dalam eksekusinya memang belum tentu akan mendapatkan keberhasilan secara instan. Memang dalam kondisi ini ada diujung dilema, karena menimbulkan kesalahan fatal tetapi hal yang memang sangat mungkin terjadi.

Kegagalan Eksekusi Penalti Oleh Bendrix Parra

Saat itu Independiente sedang bertanding melawan La Equidad di leg kedua putaran pertama laga Copa Sudamericana April lalu. Permainan berlangsung selama 120 menit dan menghasilkan skor imbang 0-0. Tentunya hal ini juga menunjukkan betapa kuatnya persaingan antara dua klub ini. Dengan kekuatan yang hampir sama tentunya akan cukup sulit untuk saling mengalahkan tim lawan.

Bendrix Parra adalah eksekutor ketiga yang ada pada saat adu penalti ini. Parra melakukan tendanan lemah ke arah kiri gawang dan gagal untuk mengecoh kiper lawan. Sehingga akhirnya tendangan itu berhasil ditangkap oleh sang kiper. Persaingan di saat adu penalti terus berlangsung membuat permainan menjadi semakin panas dan menantang karena kekuatan mereka yang sama-sama besar.

Akhirnya Independiente kalah setelah penalti dengan skor 3-6. Dampaknya adalah club sepak bola asal Paraguay ini akhirnya gagal untuk masuk ke putaran kedua liga ini. Tentu saja kondisi ini membuat pihak manajemen merasa kesal. Eriberto Gamarra sebagai presiden Independiente menganggap bahwa, Parra adalah pemain yang menyebabkan kekalahan atau kegagalan tersebut.

Memang kekalahan Data HK adalah risiko dari suatu pertandingan, tetapi pihak manajemen tentunya juga harus mengambil tindakan untuk keberlangsungan club yang diaturnya. Sehingga untuk mengambil keputusan untuk akhirnya memecat Parra memang tidaklah mudah dilakukan. Namun menurut beberapa pihak memang inilah yang terbaik dan diusahakan untuk dapat menolong posisi Indenpendiente ke depannya, agar menjadi club yang semakin baik.

Tanggapan Bendrix Parra Atas Pemecatannya

Hal yang selama ini diketahui, pihak manajemen akhirnya memutuskan untuk melakukan pemecatan terhadap Bendrix Parra, karena memang saat melakukan penendangan di waktu penalti tidaklah maksimal. Bahkan pihak manajemen juga menyampaikan jika sampai mereka lolos ke babak berikutnya, maka setiap pemain akan mendapatkan sedikit tambahan uang, sehingga juga menguntungkan untuk mereka dapatkan.

Memang kenyataannya tidak semudah itu untuk bisa menang dan hal ini juga tentunya bukan sebuah kesengajaan. Hal ini dapat terjadi karena ternyata strategi yang digunakan oleh Parra tidak berjalan dengan baik saat dilakukan eksekusi. Kegagalan Independiente tentu bukanlah satu-satunya kesalahan Parra meskipun saat menjadi eksektor yang dilakukannya masih belum maksimal untuk menghasilkan gol kemenangan.

Memang dapat dikatakan lawan dari tim Independiente pada saat itu juga cukup berat sehingga akhirnya mereka terus saling mengejar angka satu sama lain. Dalam hal ini motivasi dan dukungan dari suporter akan menjadi doping untuk para pemainnya. Apa saja yang terjadi di lapangan memang sudah tentu seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

Bahkan kekecewaan mungkin tidak hanya datang dari pihak manajemen tetapi juga beberapa pemain lain dan suporter setianya. Jadi hal ini bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan, meskipun memang semua pemain juga bisa mengalami kegagalan yang sama. Banyak pihak yang menyayangkan tendangan tersebut akhirnya membawa kegagalan besar untuk timnya sehingga tidak bisa melaju ke babak selanjutnya. Bagi Bendrix Parra harus menerima nasibnya dengan adanya pemecatan sebagai pemain tim Independiente. Ini sudah menjadi konsekuensi dari kesalahan yang telah dilakukannya. Sehingga tidak ada konflik panjang yang akan terjadi antara Parra dengan pihak club yang selama ini menaunginya. Segala keputusan manajemen sudah diterima dengan sebaik mungkin atas kekalahan yang telah diterima oleh tim karenanya.

Penyebab Kegagalan Ajax Masuk ke Final Liga Champions Versi Jose Mourinho

Pertandingan antara Ajax Amsterdam versus Totenham spur pada hari kamis, 9 mei 2019 dini hari waktu Indonesia barat menghasilkan kemenangan dipihak Totenham spur. Kemenangan tipis ini merupakan kekalahan menyakitkan bagi Ajax Amsterdam. Pasalnya, pada leg pertama semifinal, Ajax Amsterdam mencetak pertamanya di markas Spurs.

Kemudian, Ajax Amsterdam sempat unggul dua gol pada babak pertama lewat gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech. Mauricio Pochettino melakukan perubahan strategi yang hebat pada babak kedua dan membalik keadaan. Lucas Moura sigap menyerang dan mencetak hattrick atau tiga gol berturut turut dalam pertandingan dengan gol terakhirnya dicetak di menit terakhir laga.

Pelatih Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt tak bisa menutupi kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa tim mereka bermain sangat bagus pada babak pertama dengan mencetak dua gol cemerlang namun di babak selanjutnya menjadi lengah dan akhirnya berujung dengan kekalahan menyakitkan dengan skor beda satu angka.

Alhasil, Tottenham Hospur akan melaju di final liga champions dengan melawan sesama tim Inggris, Liverpool yang akan digelar di Stadion Wanda Metropolitano pada hari Minggu dini hari WIB mendatang. Pelatih top Jose Mourinho yang menjadi pundit di Bein Sport sempat mengungkapkan analisisnya mengenai kekalahan yang terjadi pada Ajax Amsterdam. Inilah alasan mengapa Ajax Amsterdam harus menerima kekalahan pahit menurut Jose Mourinho.

Ajax yang Tidak Mau Mengalah dan Lini Belakang yang Rapuh

Menurut analisis Jose Mourinho, Ajax Amsterdam terlalu memaksakan diri memainkan sepak bola menyerang yang menyebabkan mereka unggul atas Totenham Spur di awal laga. Pencapaian tersebut tidak diimbangi dengan strategi lanjutan. Menurut pelatih asal Portugal itu, saat unggul dua gol, Ajax seharusnya merubah strategi permainan dengan memfokuskan pada pertahanan agar tidak kebobolan.

Ambisi kemenangan dan gaya bermain menyerang ini mungkin merupakan ciri khas dari ajax Amsterdam, namun Jose Mourinho berpendapat bahwa tidak seharusnya strategi tersebut dipertahankan. Strategi itu semestinya diganti dan mengantisipasi adanya serangan balik dari tim lawan. Anggap saja mengalah untuk menang.

Menurut mantan manajer Manchester United tersebut, walaupun unggul pada babak pertama, Ajax terlihat memiliki kelemahan yang sudah diperhatikan lawan, terutama dalam hal pertahanan. Kondisi itu dieksploitasi oleh Totenham Spurs dan sayangnya Ajax sepertinya tidak menyadari kelemahannya dalam bermain.

Erik Ten Hag sebagai pelatih Ajax Amsterdam dinilai kurang cermat membaca arah permainan pada babak kedua. Saat timnya unggul, ia tidak melakukan perubahan apapun untuk menutupi kelemahan-kelemahan mendasar dalam tim. Saat tim totenham spur tertinggal, sebagai tim yang tertinggal, mereka akan melakukan segala strategi untuk mengejar skor.

Hal tersebut harus diantisipasi oleh ajax Amsterdam karena mungkin ada serangan tidak terduga jika pelatih tidak mengubah cara mainnya. Erik ten Hag dituntut untuk lebih peka dan melakukan hal lebih pada babak kedua, sayangnya ia tidak mengeluarkan strategi lain saat babak kedua berlangsung hingga berakhir dengan kekalahan. Saat Tottenham mencetak gol pertamanya, Ajax seharusnya bertidak cepat.

Bola88 Strategi Lawan yang Mematikan

Jose Mourinho menyebut Mauricio Pochettino tokoh penting atas pukulan balik Tottenham Hotspur terhadap Ajax Amsterdam. Mauricio Pochettino melakukan perubahan strategi yang penting dan berdampak pada perubahan arah permainan. Ia memasukkan penyerang bertubuh tinggi seperti Fernando Llorente, untuk mendukung permainan direct football anggota tim lainnya.

Llorente menjadi figur vital penyambung lini depan, tengah dan belakang. Llorente menjadi sosok yang sempurna dalam strategi umpan-umpan diagonal dan seperti tembok tinggi. kehadiran llorente membuat Bek-bek Ajax terlihat kesulitan mengatasinya. Kehadiran Llorente membuat pergerakan Dele Alli, Christian Erikson dan Son Heung-min lebih mudah. dan leluasa.

Kemudian, permainan kombinasi di lini tengah lebih hidup. Hal ini dikarenakan bola yang disodorkan ke depan dapat dimaksimalkan Llorente yang membuat tim lawan kewalahan. Dua gol yang dicetak Lucas menyebabkan konsentrasi pemain Ajax pun terpecah. Awalnya pemain Ajax memberi perhatian lebih pada Fernando Llorente dan hal ini membuat pemain lain seperti Lucas Moura punya ruang bebas buat berkreasi.

Mauricio Pochettino sadar bahwa timnya tidak mampu menembus pertahanan Ajax dengan strategi menggeber umpan-umpan vertikal. Serangan Spurs sebaliknya, dimulai dari bawah dengan dimulai dari Jan Vertonghen. Menurut Jose Mourinho, seharusnya pemain depan Ajax memberi tekanan pada Jan Vertinghen sehingga aliran bola langsung Tottenham terhambat, ujar Jose Mourinho.

Demikian penjelasan oleh Jose Mourinho mengenai alasan ajax Amsterdam harus menerima kekalahan melawan saat melawan totenham spur. Analisis ini hendaknya dijadikan pelajaran bagi tim ajax Amsterdam dalam liga lainnya dan selamat bagi Totenham Hospur yang akan berlaga di final liga champions dan melawan Liverpool mendatang.

Scroll to top