Benarkah Sergio Ramos Bertahan Karena Terpaksa? Simak Penjelasan Berikut

Setiap klub bola pastinya memiliki pemain handal dari berbagai bidang dan kemampuan mereka yang berbeda-beda. Untuk klub bola Madrid mungkin ada banyak dari Anda yang tau bahwa mereka memiliki Sergio Ramos. Bukan berarti pemain lain tidak memiliki keunggulan dan posisi penting, namun Sergio bisa dikatakan pemain yang dapat memberikan pengaruh untuk pemain lain. Beberapa waktu yang lalu, ada pemberitaan bahwa Sergio ini hendak keluar dari klub bola yang sudah cukup terkenal itu.

Namun untung saja Zinedine Zidane, pelatih Real Madrid ini memiliki cara dan strategi khusus agar pemain andalannya itu tidak keluar. Meski sempat berhembus kabar bahwa Sergio ini bertahan dari klub karena adanya paksaan, namun ia membantah hal tersebut. Bahkan sempat ada yang mengira bahwa Sergio itu diancam dan memang terpaksa untuk tetap bergabung disana. Tetapi, melalui klarifikasi langsung dengannya, Zinedine akhirnya memberikan klarifikasi mengenai hal ini.

Hubungan Sergio Ramos dengan Florentino Perez dikabarkan memang sempat memanas beberapa waktu yang lalu.  Alasan hal ini bisa terjadi diketahui karena sang presiden mengeluarkan ucapan yang memang dirasa tidak pantas. Tanpa bisa dicegah yang akhirnya hal itupun terjadi setelah Real Madrid tersingkirkan dari pentas Liga Champion.

Apa Tanggapan Sergio Mengenai Hal Ini?

Setelah kejadian ini terjadi dan kemudian muncul banyak tanggapan dari para fans, akhirnya Sergio tidak ingin tinggal diam. Ia mencoba klarifikasi dan kemudian akhirnya memecahkan permasalahan ini agar tuntas. Dimulai dengan proses damai yang sudah terjadi, akhirnya Sergio memberikan keputusan bahwa ingin tetap bertahan di Real Madrid. Ada beberapa pihak yang mengharapkan Sergio keluar dari klub bola tersebut akhirnya merasa kecewa dan kesal.

Untuk sekedar informasi, bahwa rentan lamanya waktu Sergio Ramos bertahan di Real Madrid yaitu sekitar 12 bulan ke depan.  Laporan dari berbagai macam sumber membicarakan bahwa Sergio memang sudah lama sekali bergabung di Real Madrid. Jika diistilahkan, sudah hampir sebagian besar hidupnya bersama dengan klub bola handalan tersebut. Melalui laporan dari Sergio langsung kepada BBC Sport, ia menyatakan ingin menghabiskan masa karir yang tersisa bersama Real Madrid.

Usaha yang Dilakukan Zidane Untuk Mempertahankan Sergio

Seorang pelatih selalu terkenal dengan sosok yang tegas dan pastinya disegani oleh para timnya. Namun, terkadang pelatih juga tidak bisa terlalu sombong dan berada di atas terus untuk memberikan perintah kepada anggota tim sesuai yang ia inginkan. Karena, para anggota memiliki prinsip mereka sendiri sehingga bebas dalam mengambil keputusan. Asalkan hal tersebut tidak berkaitan dengan pembatalan kontrak dan menghilang tanpa alasan.

Zidane tidak ingin kehilangan sang kapten, Sergio sehingga ia bekerja keras dan melakukan cara apapun untuk hal ini. Mulai dari komunikasi dengan pihak manajemen, mempertemukan Sergio Ramos dengan Presiden Klub, Florentino Perez. Zidane terus mencoba membuat hubungan mereka itu agar tetap baik dan kembali hangat setelah pertikaian keras. Meski kemudian Ramos ingin mendapatkan gaji lebih tinggi sebagai syarat tetap bergabung, Zidane menyetujui hal tersebut.

Wawancara Sergio Ramos Dengan Awak Media

Mengenai masalah yang terjadi diantara Sergio dan lawannya pada saat itu, pastilah menarik perhatian banyak fans. Meskipun bukan fans, tapi seluruh dunia tau masalah ini dan pastinya penasaran dengan update sesudahnya. Akhirnya, Sergio memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dengan menghadiri konferensi pers. Tujuan dari konferensi pers ini untuk menjelaskan masa depannya.

Hingga dalam kesempatan yang sama juga ia kemudian meluruskan kabar keretakan hubungan dirinya dengan Florentino.  Dengan tegas ia juga menjawab bahwa tidak pernah memiliki masalah sebelumnya dengan sang presiden. “Hubungan kami seperti layaknya ayah dan anak”, ungkapnya. Yang lebih menarik perhatian banyak kalangan ialah bahwa Sergio menegaskan bahwa ia ingin pensiun di Madrid.

Awal Mula Sergio Menjadi Bagian Madrid

Sedikit memberikan informasi mengenai 1xbet bagaimana Sergio bergabung dengan Madrid, mungkin ada sebagian orang yang belum tahu. Madrid menjemput langsung Sergio dari Sevilla yang kemudian didatangkan pada musim panas tahun 2005 lalu. Sejak saat itu pula, Ramos dilibatkan pada lebih dari 606 pertandingan. Yang lebih membanggakan ialah bahwa ia mampu mencetak gol lebih dari 84 kali dari semua kompetisi. Karena keahlian dan kehebatannya di bidang ini kemudian membuat Madrid bersikeras untuk mempertahankan Sergio agar berada di klub mereka. Ramos juga memberikan cerita sejarah dengan mengantarkan Madrid merengkuh empat gelar juara La Liga, dua trofi Copal del Rey, hingga empat gelar juara Piala Dunia Antar klub. Pada pertandingan Spanyol, Ramos juga berhasil membawa pula tiga Piala Super Spanyol, untuk liga champion juga ia berhasil meraih empat trofi yang semuanya menjadi kebanggan untuk Madrid.

Akhirnya Liverpool Sukses Gandeng Apparel Termahal Melebihi MU, Ini Buktinya!

Sampai sejauh ini, Liverpool selalu bisa menjadi salah satu tim yang berhasil tampil secara konsisten dari musim 2018 hingga 2019. Hal ini dibuktikannya dalam ajang kompetisi Premier League. Mereka berhasil menduduki peringkat teratas dengan jumlah poin sebanyak 82 poin. Sedangkan dalam Champions League, mereka berhasil menginjakkan kakinya dalam babak semifinal setelah mengalahkan FC Porto.

Karena kehandalannya itulah membuatnya berhasil menarik perhatian sejumlah apparel besar agar menjadi sponsor utamanya mereka. Apalagi kontrak the Reds bersama sponsornya kali ini mendapatkan suntikan dana dari New Balance sebesar 45 Juta Poundsterling setiap tahun. Ini adalah nominal yang sangat besar di akhir musim 2019/ 2020.

Berdasarkan laporan dari Liverpool Echo mengatakan bahwa pihak klub mulai melakukan negosiasi secara intensif dengan perusahaan apparel olahraga yang berasal dari AS. Mereka adalah Nike. Nilai kontrak kerja sama di antara keduanya sangat besar. Yaitu, mencapai 750 juta poundsterling. Bahkan, tak hanya Nike saja yang ingin menjadi sponsornya.

Perusahaan besar, seperti Puma dan Adidas juga kabarnya turut berminat untuk menjadi sponsornya. Hanya saja, Nike berhasil menjadi yang terdepan karena mereka berani memberikan nilai kerja sama yang paling tinggi. Bila klub ini dilatih oleh Jurgen Klopp dan resmi bekerja sama dengan Nike, artinya Liverpool bakal menjadi klub dengan pendapatan paling tinggi jika dilihat sponsornya.

Bukti Liverpool Mampu Gaet Sponsor Termahal dalam Liga Inggris

Liverpool berhasil mendapatkan kostum tanding yang nilai kerja samanya paling mahal dalam Liga Inggris. Mereka berhasil mengalahkan rekor Mancester United yang lebih dulu mendapatkan sponsor tertinggi dalam Liga Inggris. Bahkan, baru-baru ini kabarnya Liverpool telah melakukan negosiasi dengan produsen apparel untuk membuat kerja sama baru.

Pasalnya, kerja sama antara Liverpool bersama New Balance menjadi penyedia jersey dan pakaian akan segera habis di akhir musim 2019/ 2020. Adidas, Nike, dan Puma kini menjadi sponsor yang sedang bernegosiasi dengan Liverpool. Di antara ketiganya, Nike adalah kandidat paling depan yang kemungkinan besar memiliki rekor nilai kontrak yang menakjubkan dengan Liverpool.

Nike sangat berpeluang besar menjadi sponsor utamanya, karena nilai yang ditawarkan seperti nilai yang diberikan Adidas untuk Manchester United. Manchester United mendapatkan sponsor dari perusahaan olahraga dari Jermain sebesar 75 juta poundsterling setiap tahun selama 10 tahun. Sedangkan Liverpool mendapatkan suntikan dana dari New Balance sebesar 45 juta Euro.

Billy Hogan, selaku Managing Director Liverpool pernah mengatakan bila the Reds bisa meminta angka yang sama, bahkan jauh lebih tinggi dari apa yang didapatkan oleh Manchester United. Namun, ada 1 masalah yang membuat Liverpool tidak akan mendapat angka kerja sama yang cukup besar dari Nike.

Masalahnya adalah Nike ternyata sudah mendapat beban keuangan yang cukup besar dari kontrak yang dilakukan sebelumnya. Karena mereka masih terikat kontrak dengan klub sepak bola yang lainnya, seperti Paris Saint Germain, Barcelona dan Chelsea. Bahkan, ditahun lalu, Barcelona mendapatkan kontrak sebesar 100 juta Pounsterlin setiap tahun dari Nike hingga 1 dekade.

Alasan Liverpool Banjir Sponsor

Liverpool berhasil mendapatkan penawaran yang sangat tinggi ini tentu saja tidak terjadi begitu saja. Salah satu alasannya adalah, karena popularitas dan reputasi yang dimilikinya. Sehingga, hal ini membuat beberapa perusahaan berusaha untuk meliriknya supaya bisa menjadi sponsor utamanya.  Disamping itu, NB sendiri memiliki klausul pada kontraknya kali ini.

Dimana mereka ingin memperpanjang kontraknya dengan Liverpool.  Dalam hasil pertandingan Liga Inggris menjadikan Liverpool berhasil menuju puncak. Bahkan, Arsenal dan Manchester United masih jauh darinya. Dalam pekan 33, Liverpool berhasil perebut posisi puncak, sementara MU dan Arsenal harus menelan kekalahan. Peningkatan performanya selama beberapa musim ini membawa berkah cukup besar.

Karena kesuksesannya di lapangan itulah membuatnya mendapatkan sponsor banyak dari sejumlah apparel top. Dimana jumlah nilai sponsornya sangat besar. Bahkan, kini kerja sama Liverpool dengan New Balance ternyata sudah berlaku dari musim 2015 yang lalu. Karena kehandalan Liverpool itulah kemudian kerja sama keduanya diperpanjang kembali.

Meskipun sebenarnya, mereka sudah pernah bekerja sama di musim pertandingan 2012-2013. Hanya saja saat itu yang menangani apparel the Reds adalah anak perusahaan mereka. Yaitu Warrior. Kontrak antara New Balance dan Liverpool kabarnya akan berakhir di musim 2019 hingga 2020. Kondisi ini tentu saja dimanfaatka oleh beberapa apparel top agar dapat menggaetnya.

Tentu saja meskipun kontraknya hampir habis, New Balace tidak mau menyerah begitu saja. Mereka masih ingin memperpanjang kontraknya. Mengingat Liverpool saat ini performanya sedang meningkat. Sehingga, hal ini bisa menjadikan nilai jual tersendiri bagi mereka. Apalagi mereka berhasil mencapai puncak klasemen Premier League. Sehingga, hal ini membuatnya memiliki nilai lebih di mata sponsor.

Kemitraan dengan Adidas Diperpanjang hingga 2027, Juventus Patut Tenang

Saat ini street wear telah menjadi salah satu bagian paling penting dalam dunia industri fashion. Ada banyak orang mulai berbelanja berbagai macam merk street wear ternama, seperti Stussy dan Supreme. Maka dari itulah, tak heran bila kemudian kini Adidas dikabarkan akan bekerjasama dengan salah satu merk street wear saat ini, yaitu Palace.
Perusahaan pakaia olahraga ini siap membuat jersey terbari untuk Juventus, sebagai salah satu klub besar dalam Serie A. Hal ini dikarenakan saat ini Adidas telah menjadi sponsor jersey untuk Juventus. Sehingga, tak heran bila untuk menjadikan Palace sebagai sponsor keduanya sudah bukan lagi hal yang mustahil.
Berdasarkan kabar dari High Snobiety telah menyebutkan bahwa Juventus kabarnya akan memakai jersey Palace x Adidas di musim pertandingan 2012 hingga 2020 mendatang. Tak hanya itu saja, mereka juga kabarnya akan meluncurkan beberapa pakaian lainnya selain pakaian jersey. Hal ini tak lain karena Palace merupakan salah satu perusahaan street wear yang identik dengan sepak bola.
Bahkan, dikabarkan bahwa baru-baru ini mereka telah meluncurkan serangkaian produk pakaiannya dengan model yang semakin menarik. Modelnya ini didapatkan dari jersey milik Inter Milan dan Juventus di tahun 80-an yang lalu. Namun meskipun begitu, ternyata masih belum ada pernyataan secara resmi, baik itu untuk Juventus, Adidas, dan Palace.
Awal Kemitraan dengan Adidas
Juventus pada akhirnya telah menyampaikan kemitraannya telah diperpanjang oleh Adidas, sebagai pabrikan alat olahraga dari Jerman sampai dengan 2027. Itu artinya, kerjasama mereka masih lama. Lebih menariknya lagi adalah, kabarnya kesepakatan itu menghasilkan uang yang cukup banyak dari Adidas untuk Juventus yaitu sebesar 408 juta euro atau setara dengan 6,8 T rupiah.
Perpanjangan perjanjian di antara Adidas dengan Juventus ini dilakukan karena kesepakata kerjasama keduanya akan segera berakhir di bulan Juni 2021 mendatang. Sehingga, untuk membuat keduanya tetap bekerja sama, dilakukan perpanjangan perjanjian sampai dengan 30 Juni 2027. Perjanjian ini nanti akan berkaitan dengan periode dimulainya pertandingan sepak bola di musim 2019/2020.
Jadi, total keseluruhannya ada 8 musim hingga 2026/2027. Sementara itu, di tahun 2015 yang lalu, Adidas dan Juventus telah mengumumkan bahwa proyek kerja sama mereka berlangsung hingga 6 tahun. Nominal kerjasamanya mencapai 139,5 juta euro. Itupun belum termasuk bonusnya juga. Kerja sama ini berakhir di tahun 2021 mendatang.
Namun, karena selama ini keduanya sama-sama merasa diuntungkan, akhirnya keduanya memperpanjang kontrak kerja sama mereka sampai dengan 2027. Dengan kerja sama inilah membuat Adidas nanti akan menjadi mitra teknis untuk tim senior Juventus beserta semua tim mudanya Juventus. Tentu saja ini bisa sangat menguntungkan bagi tim Serie A yang mulai beraksi di tahun 2019/ 2020.
Lebih tepatnya lagi adalah Juventus Football Clup S. p. A bersama dengan Adidas sudah mengubah perjanjian partner resmi sebelumnya yang akan berakhir tersebut. Keduanya sepakat memperpanjang kerja samanya sampai dengan 30 Juni 2027. Jadi, kerja sama keduanya terbilang cukup solid. Mengingat Adidas sudah lama menjadi mitra klub Juve.
Fasilitas yang Diberikan Adidas untuk Juventus
Ada banyak fasilitas yang diberikan Adidas kepada Juventus. Salah satunya adalah, Adidas nanti saiap menjadi pemasok peralatan olahraga kepada semua tim Juventus. Hal ini tidak hanya berlaku untuk tim senior saja. Sponsornya ini fasilitasnya juga meliputi untuk tim junior juga sampai dengan 8 musim pertandingan yang akan datang.
Selain itu, Adidas nanti juga akan mengontrol seluruh kegiatan Juventus. baik itu untuk lisensinya, penjualan merchandise yang nilai kontraknya mencapai 6 juta euro setiap tahun, dll. Jika jumlah penjualannya ini bisa melebihi dari target yang ditentukan, Juve akan mendapatkan tambahan royalti dari Adidas sebagai bonus untuk mereka.
Yang pasti, dengan kesepakatan keduanya ini terjalin sebelum akhirnya Juve telah mengakhiri kerjasamanya dengan Nike yang sudah bekerja sama dari tahun 2003 yang lalu. Selain itu, sebelum Juve bersama Adidas, ternyata mereka juga telah bekerja sama dengan Lotto dan Kappa. Lebih lanjut, Juventus pernah mengatakan tentang bonus 15 juta euro Adidas atas performanya yang menakjubkan.
Bonus senilai 15 juta euro ini sudah pernah dibayarkan dari tanggal 31 Desember 2018. Untuk jenis persyaratannya sendiri tidak berubah. Sama seperti kontrak sebelumya sampai dibuatnya sebuah kesepakatan yang baru di musim yang akan datang. Yang jelas, berdasarkan akun sosial media Juve sudah mengalami sebuah peningkatan yang baik hingga 4 juta.
Dari pengelolaan semua merchandise Juve inilah membuat banyak orang merasa diuntungkan. Bahkan, terakhir saat dilakukan pencatatan laporan keuanga menyatakan ada sebanyak 128 juta euro dari kepindaha Ronaldo menuju Turin. Sedangkan sisanya yang mencapai 40% disumbangkan dari penjualan jersey bernama punggung Ronaldo. Pendapatan Juventus lainnya didapat dari penjualan jersey Adidas.

Gagal Eksekusi Penalti Berujung Pemecatan

Adu penalti memang selalu menjadi momen yang menegangkan baik bagi para pemain juga para suporter. Seakan adanya gol pada penalti akan menjadi penentu kemenangan setelah sekian menit bertanding di lapangan hijau. Namun nasib yang kurang enak dihadapi oleh Brendix Paraa karena kegagalannya saat menendang di saat penalti untuk timnya, Panenka.

Hal ini tentunya juga menimbulkan banyak reaksi dan menjadi kegagalan yang berujung pahit. Eksekusi yang gagal saat penalti memang sangat mungkin untuk terjadi, karena berbagai faktor begitu juga dengan keberuntungan. Mungkin kali ini memang bukan waktu yang menguntungkan untuk Parra untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain di timnya, namun memang sudah cukup sulit.

Ada banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pihak manajemen, hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil pemecatan pemain. Mungkin terkesan sebagai sesuatu yang jahat untuk dilakukan tetapi kebijakan yang diambil tentunya bukan tanpa pertimbangan. Kelangsung tim juga perlu untuk menjadi perhatian, sehingga keputusan yang berat ini harus diambil pada akhirnya karena berbagai hal yang perlu untuk dilindungi.

Kegagalan memang bisa saja menghampiri siapa saja termasuk di dunia olahraga seperti sepak bola ini. Semua orang punya strategi dan caranya masing-masing untuk bisa mengalahkan musuh. Tetapi dalam eksekusinya memang belum tentu akan mendapatkan keberhasilan secara instan. Memang dalam kondisi ini ada diujung dilema, karena menimbulkan kesalahan fatal tetapi hal yang memang sangat mungkin terjadi.

Kegagalan Eksekusi Penalti Oleh Bendrix Parra

Saat itu Independiente sedang bertanding melawan La Equidad di leg kedua putaran pertama laga Copa Sudamericana April lalu. Permainan berlangsung selama 120 menit dan menghasilkan skor imbang 0-0. Tentunya hal ini juga menunjukkan betapa kuatnya persaingan antara dua klub ini. Dengan kekuatan yang hampir sama tentunya akan cukup sulit untuk saling mengalahkan tim lawan.

Bendrix Parra adalah eksekutor ketiga yang ada pada saat adu penalti ini. Parra melakukan tendanan lemah ke arah kiri gawang dan gagal untuk mengecoh kiper lawan. Sehingga akhirnya tendangan itu berhasil ditangkap oleh sang kiper. Persaingan di saat adu penalti terus berlangsung membuat permainan menjadi semakin panas dan menantang karena kekuatan mereka yang sama-sama besar.

Akhirnya Independiente kalah setelah penalti dengan skor 3-6. Dampaknya adalah club sepak bola asal Paraguay ini akhirnya gagal untuk masuk ke putaran kedua liga ini. Tentu saja kondisi ini membuat pihak manajemen merasa kesal. Eriberto Gamarra sebagai presiden Independiente menganggap bahwa, Parra adalah pemain yang menyebabkan kekalahan atau kegagalan tersebut.

Memang kekalahan Data HK adalah risiko dari suatu pertandingan, tetapi pihak manajemen tentunya juga harus mengambil tindakan untuk keberlangsungan club yang diaturnya. Sehingga untuk mengambil keputusan untuk akhirnya memecat Parra memang tidaklah mudah dilakukan. Namun menurut beberapa pihak memang inilah yang terbaik dan diusahakan untuk dapat menolong posisi Indenpendiente ke depannya, agar menjadi club yang semakin baik.

Tanggapan Bendrix Parra Atas Pemecatannya

Hal yang selama ini diketahui, pihak manajemen akhirnya memutuskan untuk melakukan pemecatan terhadap Bendrix Parra, karena memang saat melakukan penendangan di waktu penalti tidaklah maksimal. Bahkan pihak manajemen juga menyampaikan jika sampai mereka lolos ke babak berikutnya, maka setiap pemain akan mendapatkan sedikit tambahan uang, sehingga juga menguntungkan untuk mereka dapatkan.

Memang kenyataannya tidak semudah itu untuk bisa menang dan hal ini juga tentunya bukan sebuah kesengajaan. Hal ini dapat terjadi karena ternyata strategi yang digunakan oleh Parra tidak berjalan dengan baik saat dilakukan eksekusi. Kegagalan Independiente tentu bukanlah satu-satunya kesalahan Parra meskipun saat menjadi eksektor yang dilakukannya masih belum maksimal untuk menghasilkan gol kemenangan.

Memang dapat dikatakan lawan dari tim Independiente pada saat itu juga cukup berat sehingga akhirnya mereka terus saling mengejar angka satu sama lain. Dalam hal ini motivasi dan dukungan dari suporter akan menjadi doping untuk para pemainnya. Apa saja yang terjadi di lapangan memang sudah tentu seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

Bahkan kekecewaan mungkin tidak hanya datang dari pihak manajemen tetapi juga beberapa pemain lain dan suporter setianya. Jadi hal ini bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan, meskipun memang semua pemain juga bisa mengalami kegagalan yang sama. Banyak pihak yang menyayangkan tendangan tersebut akhirnya membawa kegagalan besar untuk timnya sehingga tidak bisa melaju ke babak selanjutnya. Bagi Bendrix Parra harus menerima nasibnya dengan adanya pemecatan sebagai pemain tim Independiente. Ini sudah menjadi konsekuensi dari kesalahan yang telah dilakukannya. Sehingga tidak ada konflik panjang yang akan terjadi antara Parra dengan pihak club yang selama ini menaunginya. Segala keputusan manajemen sudah diterima dengan sebaik mungkin atas kekalahan yang telah diterima oleh tim karenanya.

Scroll to top