Jadwal yang padat menjadi tantangan Makan Konate Untuk Menjadi Pemain Inti

Arema memang sedang dihadapkan dengan kondisi yang tidak mengenakan. Pasalnya dalam kurun waktu 7 minggu, tim Singo Edan itu harus berhadapan dengan 11 pertandingan langsung. Khususnya untuk pemain inti, dalam kondisi seperti ini tentu ua harus menyiapkan tenaga semaksimal mungkin. Hal itu juga berlaku untuk Makan Konate yang menjadi gelandang andalan Arema FC.

Pemain yang berasal dari Mali itu, selama bermain dengan Arema FC memang tidak pernah ditarik keluar atau bermain setengah pertandingan saja. Jadi tidak heran jadwal yang super padat di depan mata menjadi tantangan tersendiri untuk pemain inti itu. Dia sendiri menyatakan siap untuk bermain dalam kondisi prima di setiap pertandingan yang bakal ia lakoni kedepannya.

Ia menambahkan jika dirinya tahu betul bahwa jadwal berikutnya akan begitu padat dengan recovery yang begitu singkat. Namun pemain berkulit hitam itu berusaha untuk selalu menjaga kondisi sebaik mungkin. Bisa dikatakan jika mantan pemain Persib Bandung itu adalah pemain yang punya mobile yang begitu tinggi.

Tidak heran dirinya tentu membutuhkan stamina yang prima dan juga stabil untuk tampil maksimal di  11 pertandingan kedepannya. Namun setidaknya dirinya memang pernah merasakan seperti ada padatnya jadwal ketika melewati turnamen pramusim Piala Presiden 2019 lalu. Ia yakin bahwa pelatih Arema FC juga tidak tinggal diam. Karena pasti ada program dan juga latihan yang tinggal ia dan rekannya lalui bersama.

Sejak bergabung bersama Arema FC pada pertengahan musim yang lalu, Konate memang selalu bermain tanpa jeda alias bermain penuh selama pertandingan. Dia tidak pernah terlihat absen karena cedera maupun akumulasi kartu. Hal seperti inilah yang membuat Singo Edan begitu bergantung pada sosok pemain asli Mali itu. Terlebih dirinya menjadi bagian utama roh serangan yang dilakukan oleh Arema kedepannya.

Hasil Klasemen Sementara Shopee Liga 1

Pekan ketujuh Shopee Liga 1 yang digelar satu minggu dan berakhir pada Sabtu 6 Juli 2019 kemarin berjalan dengan ketat dan juga penuh dengan kejutan. Baik dari tim elite ataupun tim yang sama sekali tidak diunggulkan sebelumnya. PSIS Semarang yang menjamu Persela Lamongan di Magelang, Stadion Moch Soebroto, selama peluit pertama dibunyikan, laga sudah berlangsung sengit dan begitu ketat.

Selama 45 awal babak pertama, kedua tim itu bermain dengan begitu agresif dan juga menekan. Sayangnya banyak peluang yang tercipta gagal menjadi gol untuk menambah poin kemenangan bagi kedua tim. PSIS JasaBola sendiri baru bisa memecah kebuntuan skor di menit yang ke 63 melalui Wallace Costa yang dihadiahi penalti oleh wasit.

Gol yang sudah tercipta itu lantas membuat tim dengan julukan Laskar Mahesa Jenar bermain begitu percaya diri, Tidak heran karena keoptimisan itu membuahkan hasil lagi pda menit ke 86 melalui Shohei Matsunaga. Tambahan sebanyak 3 poin lantas membuat PSIS Semarang merangkak naik ke peringkat 5 klasemen sementara dengan perolehan sebanyak 11 poin.

Adapun kekalahan yang diterima Persela Lamongan membuatnya semakin dirugikan. Karena harus rela semakin tersungkur ke dasar klasemen dengan hanya dua poin saja. selanjutnya tidak ada perubahan posisi yang berarti untuk puncak klasemen dan juga dasar klasemen pada Liga 1 2019 itu. Bali United masih memuncaki klasemen dengan 16 poin atau unggul atas Madura United di posisi kedua sebanyak 3 angka.

Meskipun Persela Dibekuk PSIS, Nil Maizar Tetap Merasa Optimis

Harapan kemenangan Persela Lamongan harus pupus ketika bertandang ke PSIS Semarang. Pada minggu ketujuh laga Shopee Liga 1 2019, Persela memang harus terpaksa menyerah 0-2 atas tuan rumah. Laga tersebut diselenggarakan di Stadion Moch. Soebroto, Magelang pada Sabtu malam. Meskipun mengalami kekalahan cukup telak itu, Nil Maizar, pelatih baru Persela Lamongan, masih mengaku tidak bisa melakukan banyak hal. Mengingat dirinya memang baru dua hari menangani tim dengan julukan Laskar Joko Tingkir itu. Kendati kekalahan menimpa tim yang ia asuh, nampaknya pelatih itu masih memuji penampilan yang diberikan oleh anak asuhnya itu.

Ia menambahkan jika secara taktik memang cukup bagus. Ia mengenang memang ada peluang yang tercipta. Sayangnya timnya kurang beruntung untuk mencetak gol saat itu. Nil juga mengatakan jika dirinya masih sangat optimis untuk penampilan tim yang ia asuh. Ia juga berharap agar kondisi itu semakin membaik dan tidak membuat timnya semakin terpuruk.

Bahkan ia juga menyebutkan jika pada babak pertama, Persela Lamongan bermain bagus bahkan lebih bagus dibanding tim rumah. Itulah alasan mengapa Persela kalah namun ia masih merasa sangat senang mengingat permainan timnya bagus dan bisa diandalkan kedepannya. Nil juga masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki cara bermain tim yang baru ia asuh itu agar menjadi lebih maksimal dibanding saat itu.

Menjebol Gawang Mantan Klub, Bek PSIS Berdoa Agar Persela Lamongan Kembali Bangkit

PSIS Semarang akhirnya bermain dengan baik dan mendapat perolehan angka penuh pada laga ketujuh Shopee Liga 1 2019, Sabtu lalu. Dua gol kemenangannya itu disumbangkan oleh Wallace Costa dan juga Shohei Matsunaga. Perlu diketahui bahwa dua pemain itu merupakan mantan pemain dari Persela Lamongan itu sendiri.

Wallace Costa dan juga Matsunaga merupakan pemain yang tercatat menjadi bagian Persela di musim 2018. Hanya saja, Costa memang berseragam Persela satu musim penuh. Sedangkan Matsunaga bermain dalam waktu separuh musim saja dan kemudian langsung hengkang ke PSMS Medan. Setelah pertandingan usai, Wallace merasa tidak canggung sama sekali pasca menjebloskan gawang milik mantan klubnya itu.

Meksipun dulu pernah menjadi bagian dari laskar Tingkir, ia tetap bermain profesional dan melakukan yang terbaik untuk tim yang ia bela sekarang ini. Costa juga berharap agar mantan timnya itu lekas bangkit dari keterpurukan yang dialaminya sekarang ini. Saat ini, tim asuhan Nil Maizar itu masih menjadi juru kunci. Costa juga menambahkan bahwa kemenangan timnya terhadap Persela karena perjuangan seluruh rekan. Dengan tambahan 3 poin itu, PSIS langsung naik ke peringkat enam klasemen sementara dengan perolehan 11 poin.

Awan Gelap Menyelimuti Start Barito Putra di Shopee Liga 1 Indonesia

Liga 1 Indonesia merupakan kompetisi kasta tertinggi yang terdapat di Indonesia. Sebanyak 18 tim terbaik dari penjuru Indonesia bersiap untuk memperebutkan titel juara. Meskipun sempat mendapatkan sanksi dari FIFA dan dibekukan untuk beberapa waktu, tidak lantas mengurangi animo dan kecintaan masyarakat terhadap liga sepak bola Indonesia.

Belum lama ini, Liga 1 Indonesia kembali bergulir setelah libur jeda kompetisi. Setiap tim telah berbenah untuk menyongsong liga 1 musim 2019 dengan lebih baik. Salah satu tim dengan kedalaman skuat yang baik adalah Barito Putra. Tim asal Kalimantan ini sangat berambisi untuk menjadi kampiun liga Indonesia untuk pertama kalinya di bawah arahan coach Jacksen F Tiago.

Hasil Buruk Awal Musim

Meskipun berbekal materi pemain yang cukup mumpuni, langkah tim Barito Putra tidak bisa dibilang mulus. Tim yang diperkuat oleh playmaker tim nasional Indonesia Evan Dimas ini harus pasrah menerima rentetan hasil buruk. Pada 3 laga pembuka Shopee Liga 1 Indonesia, Barito Putra belum sekalipun meraih kemenangan baik di laga tandang ataupun kandang.

Hasil buruk tersebut untuk sementara menempatkan tim Barito Putra pada posisi 17 klasemen atau berada pada zona degradasi. Tentu posisi tersebut bukanlah posisi yang diinginkan oleh suporter data sgp dan manajemen tim berjuluk Laskar Antasari ini. Hal itu mengingat pada musim sebelumnya, anak asuh Jacksen F. Tiago ini mampu untuk finish pada posisi 9 klasemen akhir Liga 1.

Start yang tidak terlalu bagus tersebut tentu akan membuat langkah Barito Putra untuk menjadi juara Shopee liga 1 musim ini sedikit berat. Menanggapi hasil buruk tersebut, CEO Barito, Hasnuryadi Sulaiman berupaya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pelatih yang berasal dari Brasil tersebut. Ia menambahkan bahwa tidak akan membiarkan kondisi tersebut terus berkelanjutan.

Hasnuryadi menginginkan performa Evan Dimas dan kawan-kawan dapat membaik sehingga dapat memberikan kebanggaan kepada setiap suporter Barito Putra dan semua masyarakat daerah. Hal serupa juga disuarakan oleh suporter setia Barito Putra terkait performa buruk tim. Bahkan sempat santer terdengar desakan suporter yang meminta Jacksen F. Tiago untuk mundur dari kursi kepelatihan Barito.

Kepercayaan Manajemen pada Jacksen F. Tiago

Meskipun mendengar desakan suporter untuk mengganti Jacksen F. Tiago dari kursi kepelatihannya, pihak manajemen masih memberikan kepercayaan kepada pelatih yang pernah merumput di liga Indonesia itu. Manajemen masih percaya bahwa Jacksen merupakan pelatih yang profesional dan tahu apa yang harus dilakukan untuk membenahi tim Barito Putra ke depannya.

Pihak manajemen memberikan kesempatan kepada Jacksen F. Tiago untuk memperbaiki dan mengevaluasi kinerja pemain secara keseluruhan. Namun apabila performa tim Barito tidak kunjung membaik, pihak manajemen akan berusaha mencari solusi lainnya salah satunya adalah dengan mengganti Jacksen F. Tiago dengan pelatih lain yang lebih berkompeten.

Alasan Performa Barito Putra Anjlok

CEO Barito Putra, Hasnuryadi, membeberkan alasan menurunnya performa tim Barito Putra pada laga awal gelaran Shopee Liga 1 2019. Ia mengatakan bahwa penampilan Barito Putra menurun dikarenakan adanya perombakan tim yang cukup besar. Hal tersebut membuat tim membutuhkan waktu untuk dapat menampilkan permainan yang padu dan menyatu.

Menurut Hasnur, seharusnya komposisi pemain pada musim lalu sebagian besar dipertahankan dan hanya perlu merombak beberapa pemain saja. Akan tetapi pada kenyataannya, tim malah melakukan perombakan yang cukup besar sehingga membutuhkan adaptasi. Selain itu, rata-rata usia pemain yang dinilai masih muda dan baru juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pemain lain.

Sebenarnya kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan pertandingan uji coba untuk mendapatkan chemistry pemain baru dan pemain lama. Namun menurut Hasnuryadi, hal tersebut sulit terlaksana karena waktu berdekatan dengan pilpres dan pileg sehingga beberapa agenda pertandingan yang telah dipersiapkan gagal terselenggara karena izin susah didapatkan.

Hal tersebut membuat Hasnuryadi beserta jajaran manajemen Barito Putra melakukan evaluasi pribadi dan masih memberikan coach Jacksen F Tiago kesempatan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada tim Barito Putra. Untuk ke depannya, Hasnuryadi akan mengantisipasi hal-hal seperti itu agar persiapan tim dapat berjalan secara maksimal.

Barito Putra Yakin akan Segera Bangkit

Penampilan kurang meyakinkan Barito Putra pada awal musim tidak lantas membuat jajaran manajemen dan pelatih merasa putus asa. Manajemen tim juga tidak terlalu memberikan beban berat kepada pelatih Barito terkait hasil buruk tersebut. Pihak tim masih yakin bahwa dalam waktu dekat coach Jacksen F. Tiago dapat mempersembahkan kemenangan pertama pada manajemen dan suporter setianya.

Akan tetapi semua itu hanya dapat terwujud apabila pihak manajemen, suporter, pelatih, dan pemain mau bekerja keras. Jika semua elemen tersebut tidak dapat bekerja sama maka bisa jadi keadaan buruk ini akan terus berlanjut. Terlebih lagi target coach Jacksen F. Tiago yang mencanangkan untuk dapat merebut gelar juara liga pada gelaran Shopee Liga 1 musim 2019 tidak akan pernah terwujud.

Melihat dari tingkat kepercayaan manajemen dan kemampuan meracik strategi yang ada pada pelatih Jacksen F. Tiago, bukan tidak mungkin Barito akan melesat naik dengan cepat. Pihak manajemen dan manajer tim juga akan selalu memberikan motivasi kepada setiap pemain untuk dapat segera kembali pada performa terbaik dan kembali ke jalur kemenangan.

Butuh Dukungan Suporter

Dalam hal ini, dukungan suporter menjadi sangat penting untuk dapat membuat kepercayaan diri pemain dapat meningkat dan kembali menampilkan performa terbaiknya. Diharapkan suporter dapat bersabar terlebih dahulu dengan keadaan yang dialami oleh klub saat ini dan tetap dapat memberikan dukungan secara moral kepada klub Barito Putra agar bisa bangkit mengarungi ketatnya persaingan di Liga 1.

Scroll to top