Jadwal yang padat menjadi tantangan Makan Konate Untuk Menjadi Pemain Inti

Arema memang sedang dihadapkan dengan kondisi yang tidak mengenakan. Pasalnya dalam kurun waktu 7 minggu, tim Singo Edan itu harus berhadapan dengan 11 pertandingan langsung. Khususnya untuk pemain inti, dalam kondisi seperti ini tentu ua harus menyiapkan tenaga semaksimal mungkin. Hal itu juga berlaku untuk Makan Konate yang menjadi gelandang andalan Arema FC.

Pemain yang berasal dari Mali itu, selama bermain dengan Arema FC memang tidak pernah ditarik keluar atau bermain setengah pertandingan saja. Jadi tidak heran jadwal yang super padat di depan mata menjadi tantangan tersendiri untuk pemain inti itu. Dia sendiri menyatakan siap untuk bermain dalam kondisi prima di setiap pertandingan yang bakal ia lakoni kedepannya.

Ia menambahkan jika dirinya tahu betul bahwa jadwal berikutnya akan begitu padat dengan recovery yang begitu singkat. Namun pemain berkulit hitam itu berusaha untuk selalu menjaga kondisi sebaik mungkin. Bisa dikatakan jika mantan pemain Persib Bandung itu adalah pemain yang punya mobile yang begitu tinggi.

Tidak heran dirinya tentu membutuhkan stamina yang prima dan juga stabil untuk tampil maksimal di  11 pertandingan kedepannya. Namun setidaknya dirinya memang pernah merasakan seperti ada padatnya jadwal ketika melewati turnamen pramusim Piala Presiden 2019 lalu. Ia yakin bahwa pelatih Arema FC juga tidak tinggal diam. Karena pasti ada program dan juga latihan yang tinggal ia dan rekannya lalui bersama.

Sejak bergabung bersama Arema FC pada pertengahan musim yang lalu, Konate memang selalu bermain tanpa jeda alias bermain penuh selama pertandingan. Dia tidak pernah terlihat absen karena cedera maupun akumulasi kartu. Hal seperti inilah yang membuat Singo Edan begitu bergantung pada sosok pemain asli Mali itu. Terlebih dirinya menjadi bagian utama roh serangan yang dilakukan oleh Arema kedepannya.

Hasil Klasemen Sementara Shopee Liga 1

Pekan ketujuh Shopee Liga 1 yang digelar satu minggu dan berakhir pada Sabtu 6 Juli 2019 kemarin berjalan dengan ketat dan juga penuh dengan kejutan. Baik dari tim elite ataupun tim yang sama sekali tidak diunggulkan sebelumnya. PSIS Semarang yang menjamu Persela Lamongan di Magelang, Stadion Moch Soebroto, selama peluit pertama dibunyikan, laga sudah berlangsung sengit dan begitu ketat.

Selama 45 awal babak pertama, kedua tim itu bermain dengan begitu agresif dan juga menekan. Sayangnya banyak peluang yang tercipta gagal menjadi gol untuk menambah poin kemenangan bagi kedua tim. PSIS JasaBola sendiri baru bisa memecah kebuntuan skor di menit yang ke 63 melalui Wallace Costa yang dihadiahi penalti oleh wasit.

Gol yang sudah tercipta itu lantas membuat tim dengan julukan Laskar Mahesa Jenar bermain begitu percaya diri, Tidak heran karena keoptimisan itu membuahkan hasil lagi pda menit ke 86 melalui Shohei Matsunaga. Tambahan sebanyak 3 poin lantas membuat PSIS Semarang merangkak naik ke peringkat 5 klasemen sementara dengan perolehan sebanyak 11 poin.

Adapun kekalahan yang diterima Persela Lamongan membuatnya semakin dirugikan. Karena harus rela semakin tersungkur ke dasar klasemen dengan hanya dua poin saja. selanjutnya tidak ada perubahan posisi yang berarti untuk puncak klasemen dan juga dasar klasemen pada Liga 1 2019 itu. Bali United masih memuncaki klasemen dengan 16 poin atau unggul atas Madura United di posisi kedua sebanyak 3 angka.

Meskipun Persela Dibekuk PSIS, Nil Maizar Tetap Merasa Optimis

Harapan kemenangan Persela Lamongan harus pupus ketika bertandang ke PSIS Semarang. Pada minggu ketujuh laga Shopee Liga 1 2019, Persela memang harus terpaksa menyerah 0-2 atas tuan rumah. Laga tersebut diselenggarakan di Stadion Moch. Soebroto, Magelang pada Sabtu malam. Meskipun mengalami kekalahan cukup telak itu, Nil Maizar, pelatih baru Persela Lamongan, masih mengaku tidak bisa melakukan banyak hal. Mengingat dirinya memang baru dua hari menangani tim dengan julukan Laskar Joko Tingkir itu. Kendati kekalahan menimpa tim yang ia asuh, nampaknya pelatih itu masih memuji penampilan yang diberikan oleh anak asuhnya itu.

Ia menambahkan jika secara taktik memang cukup bagus. Ia mengenang memang ada peluang yang tercipta. Sayangnya timnya kurang beruntung untuk mencetak gol saat itu. Nil juga mengatakan jika dirinya masih sangat optimis untuk penampilan tim yang ia asuh. Ia juga berharap agar kondisi itu semakin membaik dan tidak membuat timnya semakin terpuruk.

Bahkan ia juga menyebutkan jika pada babak pertama, Persela Lamongan bermain bagus bahkan lebih bagus dibanding tim rumah. Itulah alasan mengapa Persela kalah namun ia masih merasa sangat senang mengingat permainan timnya bagus dan bisa diandalkan kedepannya. Nil juga masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki cara bermain tim yang baru ia asuh itu agar menjadi lebih maksimal dibanding saat itu.

Menjebol Gawang Mantan Klub, Bek PSIS Berdoa Agar Persela Lamongan Kembali Bangkit

PSIS Semarang akhirnya bermain dengan baik dan mendapat perolehan angka penuh pada laga ketujuh Shopee Liga 1 2019, Sabtu lalu. Dua gol kemenangannya itu disumbangkan oleh Wallace Costa dan juga Shohei Matsunaga. Perlu diketahui bahwa dua pemain itu merupakan mantan pemain dari Persela Lamongan itu sendiri.

Wallace Costa dan juga Matsunaga merupakan pemain yang tercatat menjadi bagian Persela di musim 2018. Hanya saja, Costa memang berseragam Persela satu musim penuh. Sedangkan Matsunaga bermain dalam waktu separuh musim saja dan kemudian langsung hengkang ke PSMS Medan. Setelah pertandingan usai, Wallace merasa tidak canggung sama sekali pasca menjebloskan gawang milik mantan klubnya itu.

Meksipun dulu pernah menjadi bagian dari laskar Tingkir, ia tetap bermain profesional dan melakukan yang terbaik untuk tim yang ia bela sekarang ini. Costa juga berharap agar mantan timnya itu lekas bangkit dari keterpurukan yang dialaminya sekarang ini. Saat ini, tim asuhan Nil Maizar itu masih menjadi juru kunci. Costa juga menambahkan bahwa kemenangan timnya terhadap Persela karena perjuangan seluruh rekan. Dengan tambahan 3 poin itu, PSIS langsung naik ke peringkat enam klasemen sementara dengan perolehan 11 poin.

Benarkah Sergio Ramos Bertahan Karena Terpaksa? Simak Penjelasan Berikut

Setiap klub bola pastinya memiliki pemain handal dari berbagai bidang dan kemampuan mereka yang berbeda-beda. Untuk klub bola Madrid mungkin ada banyak dari Anda yang tau bahwa mereka memiliki Sergio Ramos. Bukan berarti pemain lain tidak memiliki keunggulan dan posisi penting, namun Sergio bisa dikatakan pemain yang dapat memberikan pengaruh untuk pemain lain. Beberapa waktu yang lalu, ada pemberitaan bahwa Sergio ini hendak keluar dari klub bola yang sudah cukup terkenal itu.

Namun untung saja Zinedine Zidane, pelatih Real Madrid ini memiliki cara dan strategi khusus agar pemain andalannya itu tidak keluar. Meski sempat berhembus kabar bahwa Sergio ini bertahan dari klub karena adanya paksaan, namun ia membantah hal tersebut. Bahkan sempat ada yang mengira bahwa Sergio itu diancam dan memang terpaksa untuk tetap bergabung disana. Tetapi, melalui klarifikasi langsung dengannya, Zinedine akhirnya memberikan klarifikasi mengenai hal ini.

Hubungan Sergio Ramos dengan Florentino Perez dikabarkan memang sempat memanas beberapa waktu yang lalu.  Alasan hal ini bisa terjadi diketahui karena sang presiden mengeluarkan ucapan yang memang dirasa tidak pantas. Tanpa bisa dicegah yang akhirnya hal itupun terjadi setelah Real Madrid tersingkirkan dari pentas Liga Champion.

Apa Tanggapan Sergio Mengenai Hal Ini?

Setelah kejadian ini terjadi dan kemudian muncul banyak tanggapan dari para fans, akhirnya Sergio tidak ingin tinggal diam. Ia mencoba klarifikasi dan kemudian akhirnya memecahkan permasalahan ini agar tuntas. Dimulai dengan proses damai yang sudah terjadi, akhirnya Sergio memberikan keputusan bahwa ingin tetap bertahan di Real Madrid. Ada beberapa pihak yang mengharapkan Sergio keluar dari klub bola tersebut akhirnya merasa kecewa dan kesal.

Untuk sekedar informasi, bahwa rentan lamanya waktu Sergio Ramos bertahan di Real Madrid yaitu sekitar 12 bulan ke depan.  Laporan dari berbagai macam sumber membicarakan bahwa Sergio memang sudah lama sekali bergabung di Real Madrid. Jika diistilahkan, sudah hampir sebagian besar hidupnya bersama dengan klub bola handalan tersebut. Melalui laporan dari Sergio langsung kepada BBC Sport, ia menyatakan ingin menghabiskan masa karir yang tersisa bersama Real Madrid.

Usaha yang Dilakukan Zidane Untuk Mempertahankan Sergio

Seorang pelatih selalu terkenal dengan sosok yang tegas dan pastinya disegani oleh para timnya. Namun, terkadang pelatih juga tidak bisa terlalu sombong dan berada di atas terus untuk memberikan perintah kepada anggota tim sesuai yang ia inginkan. Karena, para anggota memiliki prinsip mereka sendiri sehingga bebas dalam mengambil keputusan. Asalkan hal tersebut tidak berkaitan dengan pembatalan kontrak dan menghilang tanpa alasan.

Zidane tidak ingin kehilangan sang kapten, Sergio sehingga ia bekerja keras dan melakukan cara apapun untuk hal ini. Mulai dari komunikasi dengan pihak manajemen, mempertemukan Sergio Ramos dengan Presiden Klub, Florentino Perez. Zidane terus mencoba membuat hubungan mereka itu agar tetap baik dan kembali hangat setelah pertikaian keras. Meski kemudian Ramos ingin mendapatkan gaji lebih tinggi sebagai syarat tetap bergabung, Zidane menyetujui hal tersebut.

Wawancara Sergio Ramos Dengan Awak Media

Mengenai masalah yang terjadi diantara Sergio dan lawannya pada saat itu, pastilah menarik perhatian banyak fans. Meskipun bukan fans, tapi seluruh dunia tau masalah ini dan pastinya penasaran dengan update sesudahnya. Akhirnya, Sergio memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dengan menghadiri konferensi pers. Tujuan dari konferensi pers ini untuk menjelaskan masa depannya.

Hingga dalam kesempatan yang sama juga ia kemudian meluruskan kabar keretakan hubungan dirinya dengan Florentino.  Dengan tegas ia juga menjawab bahwa tidak pernah memiliki masalah sebelumnya dengan sang presiden. “Hubungan kami seperti layaknya ayah dan anak”, ungkapnya. Yang lebih menarik perhatian banyak kalangan ialah bahwa Sergio menegaskan bahwa ia ingin pensiun di Madrid.

Awal Mula Sergio Menjadi Bagian Madrid

Sedikit memberikan informasi mengenai 1xbet bagaimana Sergio bergabung dengan Madrid, mungkin ada sebagian orang yang belum tahu. Madrid menjemput langsung Sergio dari Sevilla yang kemudian didatangkan pada musim panas tahun 2005 lalu. Sejak saat itu pula, Ramos dilibatkan pada lebih dari 606 pertandingan. Yang lebih membanggakan ialah bahwa ia mampu mencetak gol lebih dari 84 kali dari semua kompetisi. Karena keahlian dan kehebatannya di bidang ini kemudian membuat Madrid bersikeras untuk mempertahankan Sergio agar berada di klub mereka. Ramos juga memberikan cerita sejarah dengan mengantarkan Madrid merengkuh empat gelar juara La Liga, dua trofi Copal del Rey, hingga empat gelar juara Piala Dunia Antar klub. Pada pertandingan Spanyol, Ramos juga berhasil membawa pula tiga Piala Super Spanyol, untuk liga champion juga ia berhasil meraih empat trofi yang semuanya menjadi kebanggan untuk Madrid.

Akhirnya Liverpool Sukses Gandeng Apparel Termahal Melebihi MU, Ini Buktinya!

Sampai sejauh ini, Liverpool selalu bisa menjadi salah satu tim yang berhasil tampil secara konsisten dari musim 2018 hingga 2019. Hal ini dibuktikannya dalam ajang kompetisi Premier League. Mereka berhasil menduduki peringkat teratas dengan jumlah poin sebanyak 82 poin. Sedangkan dalam Champions League, mereka berhasil menginjakkan kakinya dalam babak semifinal setelah mengalahkan FC Porto.

Karena kehandalannya itulah membuatnya berhasil menarik perhatian sejumlah apparel besar agar menjadi sponsor utamanya mereka. Apalagi kontrak the Reds bersama sponsornya kali ini mendapatkan suntikan dana dari New Balance sebesar 45 Juta Poundsterling setiap tahun. Ini adalah nominal yang sangat besar di akhir musim 2019/ 2020.

Berdasarkan laporan dari Liverpool Echo mengatakan bahwa pihak klub mulai melakukan negosiasi secara intensif dengan perusahaan apparel olahraga yang berasal dari AS. Mereka adalah Nike. Nilai kontrak kerja sama di antara keduanya sangat besar. Yaitu, mencapai 750 juta poundsterling. Bahkan, tak hanya Nike saja yang ingin menjadi sponsornya.

Perusahaan besar, seperti Puma dan Adidas juga kabarnya turut berminat untuk menjadi sponsornya. Hanya saja, Nike berhasil menjadi yang terdepan karena mereka berani memberikan nilai kerja sama yang paling tinggi. Bila klub ini dilatih oleh Jurgen Klopp dan resmi bekerja sama dengan Nike, artinya Liverpool bakal menjadi klub dengan pendapatan paling tinggi jika dilihat sponsornya.

Bukti Liverpool Mampu Gaet Sponsor Termahal dalam Liga Inggris

Liverpool berhasil mendapatkan kostum tanding yang nilai kerja samanya paling mahal dalam Liga Inggris. Mereka berhasil mengalahkan rekor Mancester United yang lebih dulu mendapatkan sponsor tertinggi dalam Liga Inggris. Bahkan, baru-baru ini kabarnya Liverpool telah melakukan negosiasi dengan produsen apparel untuk membuat kerja sama baru.

Pasalnya, kerja sama antara Liverpool bersama New Balance menjadi penyedia jersey dan pakaian akan segera habis di akhir musim 2019/ 2020. Adidas, Nike, dan Puma kini menjadi sponsor yang sedang bernegosiasi dengan Liverpool. Di antara ketiganya, Nike adalah kandidat paling depan yang kemungkinan besar memiliki rekor nilai kontrak yang menakjubkan dengan Liverpool.

Nike sangat berpeluang besar menjadi sponsor utamanya, karena nilai yang ditawarkan seperti nilai yang diberikan Adidas untuk Manchester United. Manchester United mendapatkan sponsor dari perusahaan olahraga dari Jermain sebesar 75 juta poundsterling setiap tahun selama 10 tahun. Sedangkan Liverpool mendapatkan suntikan dana dari New Balance sebesar 45 juta Euro.

Billy Hogan, selaku Managing Director Liverpool pernah mengatakan bila the Reds bisa meminta angka yang sama, bahkan jauh lebih tinggi dari apa yang didapatkan oleh Manchester United. Namun, ada 1 masalah yang membuat Liverpool tidak akan mendapat angka kerja sama yang cukup besar dari Nike.

Masalahnya adalah Nike ternyata sudah mendapat beban keuangan yang cukup besar dari kontrak yang dilakukan sebelumnya. Karena mereka masih terikat kontrak dengan klub sepak bola yang lainnya, seperti Paris Saint Germain, Barcelona dan Chelsea. Bahkan, ditahun lalu, Barcelona mendapatkan kontrak sebesar 100 juta Pounsterlin setiap tahun dari Nike hingga 1 dekade.

Alasan Liverpool Banjir Sponsor

Liverpool berhasil mendapatkan penawaran yang sangat tinggi ini tentu saja tidak terjadi begitu saja. Salah satu alasannya adalah, karena popularitas dan reputasi yang dimilikinya. Sehingga, hal ini membuat beberapa perusahaan berusaha untuk meliriknya supaya bisa menjadi sponsor utamanya.  Disamping itu, NB sendiri memiliki klausul pada kontraknya kali ini.

Dimana mereka ingin memperpanjang kontraknya dengan Liverpool.  Dalam hasil pertandingan Liga Inggris menjadikan Liverpool berhasil menuju puncak. Bahkan, Arsenal dan Manchester United masih jauh darinya. Dalam pekan 33, Liverpool berhasil perebut posisi puncak, sementara MU dan Arsenal harus menelan kekalahan. Peningkatan performanya selama beberapa musim ini membawa berkah cukup besar.

Karena kesuksesannya di lapangan itulah membuatnya mendapatkan sponsor banyak dari sejumlah apparel top. Dimana jumlah nilai sponsornya sangat besar. Bahkan, kini kerja sama Liverpool dengan New Balance ternyata sudah berlaku dari musim 2015 yang lalu. Karena kehandalan Liverpool itulah kemudian kerja sama keduanya diperpanjang kembali.

Meskipun sebenarnya, mereka sudah pernah bekerja sama di musim pertandingan 2012-2013. Hanya saja saat itu yang menangani apparel the Reds adalah anak perusahaan mereka. Yaitu Warrior. Kontrak antara New Balance dan Liverpool kabarnya akan berakhir di musim 2019 hingga 2020. Kondisi ini tentu saja dimanfaatka oleh beberapa apparel top agar dapat menggaetnya.

Tentu saja meskipun kontraknya hampir habis, New Balace tidak mau menyerah begitu saja. Mereka masih ingin memperpanjang kontraknya. Mengingat Liverpool saat ini performanya sedang meningkat. Sehingga, hal ini bisa menjadikan nilai jual tersendiri bagi mereka. Apalagi mereka berhasil mencapai puncak klasemen Premier League. Sehingga, hal ini membuatnya memiliki nilai lebih di mata sponsor.

Gagal Eksekusi Penalti Berujung Pemecatan

Adu penalti memang selalu menjadi momen yang menegangkan baik bagi para pemain juga para suporter. Seakan adanya gol pada penalti akan menjadi penentu kemenangan setelah sekian menit bertanding di lapangan hijau. Namun nasib yang kurang enak dihadapi oleh Brendix Paraa karena kegagalannya saat menendang di saat penalti untuk timnya, Panenka.

Hal ini tentunya juga menimbulkan banyak reaksi dan menjadi kegagalan yang berujung pahit. Eksekusi yang gagal saat penalti memang sangat mungkin untuk terjadi, karena berbagai faktor begitu juga dengan keberuntungan. Mungkin kali ini memang bukan waktu yang menguntungkan untuk Parra untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain di timnya, namun memang sudah cukup sulit.

Ada banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pihak manajemen, hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil pemecatan pemain. Mungkin terkesan sebagai sesuatu yang jahat untuk dilakukan tetapi kebijakan yang diambil tentunya bukan tanpa pertimbangan. Kelangsung tim juga perlu untuk menjadi perhatian, sehingga keputusan yang berat ini harus diambil pada akhirnya karena berbagai hal yang perlu untuk dilindungi.

Kegagalan memang bisa saja menghampiri siapa saja termasuk di dunia olahraga seperti sepak bola ini. Semua orang punya strategi dan caranya masing-masing untuk bisa mengalahkan musuh. Tetapi dalam eksekusinya memang belum tentu akan mendapatkan keberhasilan secara instan. Memang dalam kondisi ini ada diujung dilema, karena menimbulkan kesalahan fatal tetapi hal yang memang sangat mungkin terjadi.

Kegagalan Eksekusi Penalti Oleh Bendrix Parra

Saat itu Independiente sedang bertanding melawan La Equidad di leg kedua putaran pertama laga Copa Sudamericana April lalu. Permainan berlangsung selama 120 menit dan menghasilkan skor imbang 0-0. Tentunya hal ini juga menunjukkan betapa kuatnya persaingan antara dua klub ini. Dengan kekuatan yang hampir sama tentunya akan cukup sulit untuk saling mengalahkan tim lawan.

Bendrix Parra adalah eksekutor ketiga yang ada pada saat adu penalti ini. Parra melakukan tendanan lemah ke arah kiri gawang dan gagal untuk mengecoh kiper lawan. Sehingga akhirnya tendangan itu berhasil ditangkap oleh sang kiper. Persaingan di saat adu penalti terus berlangsung membuat permainan menjadi semakin panas dan menantang karena kekuatan mereka yang sama-sama besar.

Akhirnya Independiente kalah setelah penalti dengan skor 3-6. Dampaknya adalah club sepak bola asal Paraguay ini akhirnya gagal untuk masuk ke putaran kedua liga ini. Tentu saja kondisi ini membuat pihak manajemen merasa kesal. Eriberto Gamarra sebagai presiden Independiente menganggap bahwa, Parra adalah pemain yang menyebabkan kekalahan atau kegagalan tersebut.

Memang kekalahan Data HK adalah risiko dari suatu pertandingan, tetapi pihak manajemen tentunya juga harus mengambil tindakan untuk keberlangsungan club yang diaturnya. Sehingga untuk mengambil keputusan untuk akhirnya memecat Parra memang tidaklah mudah dilakukan. Namun menurut beberapa pihak memang inilah yang terbaik dan diusahakan untuk dapat menolong posisi Indenpendiente ke depannya, agar menjadi club yang semakin baik.

Tanggapan Bendrix Parra Atas Pemecatannya

Hal yang selama ini diketahui, pihak manajemen akhirnya memutuskan untuk melakukan pemecatan terhadap Bendrix Parra, karena memang saat melakukan penendangan di waktu penalti tidaklah maksimal. Bahkan pihak manajemen juga menyampaikan jika sampai mereka lolos ke babak berikutnya, maka setiap pemain akan mendapatkan sedikit tambahan uang, sehingga juga menguntungkan untuk mereka dapatkan.

Memang kenyataannya tidak semudah itu untuk bisa menang dan hal ini juga tentunya bukan sebuah kesengajaan. Hal ini dapat terjadi karena ternyata strategi yang digunakan oleh Parra tidak berjalan dengan baik saat dilakukan eksekusi. Kegagalan Independiente tentu bukanlah satu-satunya kesalahan Parra meskipun saat menjadi eksektor yang dilakukannya masih belum maksimal untuk menghasilkan gol kemenangan.

Memang dapat dikatakan lawan dari tim Independiente pada saat itu juga cukup berat sehingga akhirnya mereka terus saling mengejar angka satu sama lain. Dalam hal ini motivasi dan dukungan dari suporter akan menjadi doping untuk para pemainnya. Apa saja yang terjadi di lapangan memang sudah tentu seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

Bahkan kekecewaan mungkin tidak hanya datang dari pihak manajemen tetapi juga beberapa pemain lain dan suporter setianya. Jadi hal ini bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan, meskipun memang semua pemain juga bisa mengalami kegagalan yang sama. Banyak pihak yang menyayangkan tendangan tersebut akhirnya membawa kegagalan besar untuk timnya sehingga tidak bisa melaju ke babak selanjutnya. Bagi Bendrix Parra harus menerima nasibnya dengan adanya pemecatan sebagai pemain tim Independiente. Ini sudah menjadi konsekuensi dari kesalahan yang telah dilakukannya. Sehingga tidak ada konflik panjang yang akan terjadi antara Parra dengan pihak club yang selama ini menaunginya. Segala keputusan manajemen sudah diterima dengan sebaik mungkin atas kekalahan yang telah diterima oleh tim karenanya.

Scroll to top