Awan Gelap Menyelimuti Start Barito Putra di Shopee Liga 1 Indonesia

Liga 1 Indonesia merupakan kompetisi kasta tertinggi yang terdapat di Indonesia. Sebanyak 18 tim terbaik dari penjuru Indonesia bersiap untuk memperebutkan titel juara. Meskipun sempat mendapatkan sanksi dari FIFA dan dibekukan untuk beberapa waktu, tidak lantas mengurangi animo dan kecintaan masyarakat terhadap liga sepak bola Indonesia.

Belum lama ini, Liga 1 Indonesia kembali bergulir setelah libur jeda kompetisi. Setiap tim telah berbenah untuk menyongsong liga 1 musim 2019 dengan lebih baik. Salah satu tim dengan kedalaman skuat yang baik adalah Barito Putra. Tim asal Kalimantan ini sangat berambisi untuk menjadi kampiun liga Indonesia untuk pertama kalinya di bawah arahan coach Jacksen F Tiago.

Hasil Buruk Awal Musim

Meskipun berbekal materi pemain yang cukup mumpuni, langkah tim Barito Putra tidak bisa dibilang mulus. Tim yang diperkuat oleh playmaker tim nasional Indonesia Evan Dimas ini harus pasrah menerima rentetan hasil buruk. Pada 3 laga pembuka Shopee Liga 1 Indonesia, Barito Putra belum sekalipun meraih kemenangan baik di laga tandang ataupun kandang.

Hasil buruk tersebut untuk sementara menempatkan tim Barito Putra pada posisi 17 klasemen atau berada pada zona degradasi. Tentu posisi tersebut bukanlah posisi yang diinginkan oleh suporter data sgp dan manajemen tim berjuluk Laskar Antasari ini. Hal itu mengingat pada musim sebelumnya, anak asuh Jacksen F. Tiago ini mampu untuk finish pada posisi 9 klasemen akhir Liga 1.

Start yang tidak terlalu bagus tersebut tentu akan membuat langkah Barito Putra untuk menjadi juara Shopee liga 1 musim ini sedikit berat. Menanggapi hasil buruk tersebut, CEO Barito, Hasnuryadi Sulaiman berupaya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pelatih yang berasal dari Brasil tersebut. Ia menambahkan bahwa tidak akan membiarkan kondisi tersebut terus berkelanjutan.

Hasnuryadi menginginkan performa Evan Dimas dan kawan-kawan dapat membaik sehingga dapat memberikan kebanggaan kepada setiap suporter Barito Putra dan semua masyarakat daerah. Hal serupa juga disuarakan oleh suporter setia Barito Putra terkait performa buruk tim. Bahkan sempat santer terdengar desakan suporter yang meminta Jacksen F. Tiago untuk mundur dari kursi kepelatihan Barito.

Kepercayaan Manajemen pada Jacksen F. Tiago

Meskipun mendengar desakan suporter untuk mengganti Jacksen F. Tiago dari kursi kepelatihannya, pihak manajemen masih memberikan kepercayaan kepada pelatih yang pernah merumput di liga Indonesia itu. Manajemen masih percaya bahwa Jacksen merupakan pelatih yang profesional dan tahu apa yang harus dilakukan untuk membenahi tim Barito Putra ke depannya.

Pihak manajemen memberikan kesempatan kepada Jacksen F. Tiago untuk memperbaiki dan mengevaluasi kinerja pemain secara keseluruhan. Namun apabila performa tim Barito tidak kunjung membaik, pihak manajemen akan berusaha mencari solusi lainnya salah satunya adalah dengan mengganti Jacksen F. Tiago dengan pelatih lain yang lebih berkompeten.

Alasan Performa Barito Putra Anjlok

CEO Barito Putra, Hasnuryadi, membeberkan alasan menurunnya performa tim Barito Putra pada laga awal gelaran Shopee Liga 1 2019. Ia mengatakan bahwa penampilan Barito Putra menurun dikarenakan adanya perombakan tim yang cukup besar. Hal tersebut membuat tim membutuhkan waktu untuk dapat menampilkan permainan yang padu dan menyatu.

Menurut Hasnur, seharusnya komposisi pemain pada musim lalu sebagian besar dipertahankan dan hanya perlu merombak beberapa pemain saja. Akan tetapi pada kenyataannya, tim malah melakukan perombakan yang cukup besar sehingga membutuhkan adaptasi. Selain itu, rata-rata usia pemain yang dinilai masih muda dan baru juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pemain lain.

Sebenarnya kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan pertandingan uji coba untuk mendapatkan chemistry pemain baru dan pemain lama. Namun menurut Hasnuryadi, hal tersebut sulit terlaksana karena waktu berdekatan dengan pilpres dan pileg sehingga beberapa agenda pertandingan yang telah dipersiapkan gagal terselenggara karena izin susah didapatkan.

Hal tersebut membuat Hasnuryadi beserta jajaran manajemen Barito Putra melakukan evaluasi pribadi dan masih memberikan coach Jacksen F Tiago kesempatan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada tim Barito Putra. Untuk ke depannya, Hasnuryadi akan mengantisipasi hal-hal seperti itu agar persiapan tim dapat berjalan secara maksimal.

Barito Putra Yakin akan Segera Bangkit

Penampilan kurang meyakinkan Barito Putra pada awal musim tidak lantas membuat jajaran manajemen dan pelatih merasa putus asa. Manajemen tim juga tidak terlalu memberikan beban berat kepada pelatih Barito terkait hasil buruk tersebut. Pihak tim masih yakin bahwa dalam waktu dekat coach Jacksen F. Tiago dapat mempersembahkan kemenangan pertama pada manajemen dan suporter setianya.

Akan tetapi semua itu hanya dapat terwujud apabila pihak manajemen, suporter, pelatih, dan pemain mau bekerja keras. Jika semua elemen tersebut tidak dapat bekerja sama maka bisa jadi keadaan buruk ini akan terus berlanjut. Terlebih lagi target coach Jacksen F. Tiago yang mencanangkan untuk dapat merebut gelar juara liga pada gelaran Shopee Liga 1 musim 2019 tidak akan pernah terwujud.

Melihat dari tingkat kepercayaan manajemen dan kemampuan meracik strategi yang ada pada pelatih Jacksen F. Tiago, bukan tidak mungkin Barito akan melesat naik dengan cepat. Pihak manajemen dan manajer tim juga akan selalu memberikan motivasi kepada setiap pemain untuk dapat segera kembali pada performa terbaik dan kembali ke jalur kemenangan.

Butuh Dukungan Suporter

Dalam hal ini, dukungan suporter menjadi sangat penting untuk dapat membuat kepercayaan diri pemain dapat meningkat dan kembali menampilkan performa terbaiknya. Diharapkan suporter dapat bersabar terlebih dahulu dengan keadaan yang dialami oleh klub saat ini dan tetap dapat memberikan dukungan secara moral kepada klub Barito Putra agar bisa bangkit mengarungi ketatnya persaingan di Liga 1.

Benarkah Sergio Ramos Bertahan Karena Terpaksa? Simak Penjelasan Berikut

Setiap klub bola pastinya memiliki pemain handal dari berbagai bidang dan kemampuan mereka yang berbeda-beda. Untuk klub bola Madrid mungkin ada banyak dari Anda yang tau bahwa mereka memiliki Sergio Ramos. Bukan berarti pemain lain tidak memiliki keunggulan dan posisi penting, namun Sergio bisa dikatakan pemain yang dapat memberikan pengaruh untuk pemain lain. Beberapa waktu yang lalu, ada pemberitaan bahwa Sergio ini hendak keluar dari klub bola yang sudah cukup terkenal itu.

Namun untung saja Zinedine Zidane, pelatih Real Madrid ini memiliki cara dan strategi khusus agar pemain andalannya itu tidak keluar. Meski sempat berhembus kabar bahwa Sergio ini bertahan dari klub karena adanya paksaan, namun ia membantah hal tersebut. Bahkan sempat ada yang mengira bahwa Sergio itu diancam dan memang terpaksa untuk tetap bergabung disana. Tetapi, melalui klarifikasi langsung dengannya, Zinedine akhirnya memberikan klarifikasi mengenai hal ini.

Hubungan Sergio Ramos dengan Florentino Perez dikabarkan memang sempat memanas beberapa waktu yang lalu.  Alasan hal ini bisa terjadi diketahui karena sang presiden mengeluarkan ucapan yang memang dirasa tidak pantas. Tanpa bisa dicegah yang akhirnya hal itupun terjadi setelah Real Madrid tersingkirkan dari pentas Liga Champion.

Apa Tanggapan Sergio Mengenai Hal Ini?

Setelah kejadian ini terjadi dan kemudian muncul banyak tanggapan dari para fans, akhirnya Sergio tidak ingin tinggal diam. Ia mencoba klarifikasi dan kemudian akhirnya memecahkan permasalahan ini agar tuntas. Dimulai dengan proses damai yang sudah terjadi, akhirnya Sergio memberikan keputusan bahwa ingin tetap bertahan di Real Madrid. Ada beberapa pihak yang mengharapkan Sergio keluar dari klub bola tersebut akhirnya merasa kecewa dan kesal.

Untuk sekedar informasi, bahwa rentan lamanya waktu Sergio Ramos bertahan di Real Madrid yaitu sekitar 12 bulan ke depan.  Laporan dari berbagai macam sumber membicarakan bahwa Sergio memang sudah lama sekali bergabung di Real Madrid. Jika diistilahkan, sudah hampir sebagian besar hidupnya bersama dengan klub bola handalan tersebut. Melalui laporan dari Sergio langsung kepada BBC Sport, ia menyatakan ingin menghabiskan masa karir yang tersisa bersama Real Madrid.

Usaha yang Dilakukan Zidane Untuk Mempertahankan Sergio

Seorang pelatih selalu terkenal dengan sosok yang tegas dan pastinya disegani oleh para timnya. Namun, terkadang pelatih juga tidak bisa terlalu sombong dan berada di atas terus untuk memberikan perintah kepada anggota tim sesuai yang ia inginkan. Karena, para anggota memiliki prinsip mereka sendiri sehingga bebas dalam mengambil keputusan. Asalkan hal tersebut tidak berkaitan dengan pembatalan kontrak dan menghilang tanpa alasan.

Zidane tidak ingin kehilangan sang kapten, Sergio sehingga ia bekerja keras dan melakukan cara apapun untuk hal ini. Mulai dari komunikasi dengan pihak manajemen, mempertemukan Sergio Ramos dengan Presiden Klub, Florentino Perez. Zidane terus mencoba membuat hubungan mereka itu agar tetap baik dan kembali hangat setelah pertikaian keras. Meski kemudian Ramos ingin mendapatkan gaji lebih tinggi sebagai syarat tetap bergabung, Zidane menyetujui hal tersebut.

Wawancara Sergio Ramos Dengan Awak Media

Mengenai masalah yang terjadi diantara Sergio dan lawannya pada saat itu, pastilah menarik perhatian banyak fans. Meskipun bukan fans, tapi seluruh dunia tau masalah ini dan pastinya penasaran dengan update sesudahnya. Akhirnya, Sergio memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dengan menghadiri konferensi pers. Tujuan dari konferensi pers ini untuk menjelaskan masa depannya.

Hingga dalam kesempatan yang sama juga ia kemudian meluruskan kabar keretakan hubungan dirinya dengan Florentino.  Dengan tegas ia juga menjawab bahwa tidak pernah memiliki masalah sebelumnya dengan sang presiden. “Hubungan kami seperti layaknya ayah dan anak”, ungkapnya. Yang lebih menarik perhatian banyak kalangan ialah bahwa Sergio menegaskan bahwa ia ingin pensiun di Madrid.

Awal Mula Sergio Menjadi Bagian Madrid

Sedikit memberikan informasi mengenai 1xbet bagaimana Sergio bergabung dengan Madrid, mungkin ada sebagian orang yang belum tahu. Madrid menjemput langsung Sergio dari Sevilla yang kemudian didatangkan pada musim panas tahun 2005 lalu. Sejak saat itu pula, Ramos dilibatkan pada lebih dari 606 pertandingan. Yang lebih membanggakan ialah bahwa ia mampu mencetak gol lebih dari 84 kali dari semua kompetisi. Karena keahlian dan kehebatannya di bidang ini kemudian membuat Madrid bersikeras untuk mempertahankan Sergio agar berada di klub mereka. Ramos juga memberikan cerita sejarah dengan mengantarkan Madrid merengkuh empat gelar juara La Liga, dua trofi Copal del Rey, hingga empat gelar juara Piala Dunia Antar klub. Pada pertandingan Spanyol, Ramos juga berhasil membawa pula tiga Piala Super Spanyol, untuk liga champion juga ia berhasil meraih empat trofi yang semuanya menjadi kebanggan untuk Madrid.

Scroll to top